Generasi Emas Harus Siap Jadi Bagian Masyarakat Super Pintar 5.0

0
230

ERA baru kembali datang. Yakni, super smart society 5.0 (masyarakat super pintar 5.0). Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfo) Ponorogo Bambang Suhendro menjelaskan panjang lebar datangnya masa ketika masyarakat memanfaatkan teknologi untuk mempermudah kehidupan itu.

Tampil sebagai pembicara dalam Week of Engineering 2022 yang diinisiasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Bambang mengusung tema ‘’Menapak Era Super Smart Society 5.0.’’ Masyarakat 5.0 menuntaskan beragam tantangan dan persoalan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era perubahan industri 4.0 seperti internet on things (internet untuk segala sesuatu), artificial intelligence (kecerdasan buatan), big data (data dalam jumlah besar), dan robot untuk meningkatkan taraf hidup manusia.

‘’Perubahan memang tidak selalu menjadikan lebih baik, tapi harus diingat untuk menjadi lebih baik kita harus berubah,’’ kata Bambang di depan 100 lebih audien dari kalangan mahasiswa dan pelajar, Selasa (7/6/2022). Dia mengungkapkan bahwa kalangan pelajar dan mahasiswa menjadi generasi emas di tahun 2030-2040.

‘’Manfaatkan bonus demografi ini. Siap atau tidak siap, kita harus menapakkan kaki menyongsong era super smart society 5.0,’’ jelasnya.

Menurut dia, masyarakat bertransformasi bersamaan perubahan industri 1.0 hingga 4.0. Bermula dari penemuan mesin uap pada tahun 1776 oleh James Watt di Inggris. Berlanjut dengan perubahan industri 2.0 yang ditandai temuan assembly line (lini produksi) dan conveyor belt (ban berjalan) pada 1913.

‘’Era industri 3.0 ditandai dengan penemuan komputer dan robot,’’ terang Bambang.

Abad informasi dipicu perubahan industri 3.0 karena lahirnya teknologi komputer sebagai cikal-bakal kemudahan kerja untuk manusia. Setelah itu, konsep industri 4.0 pertama kali digemakan dalam pameran industri di Hannover, Jerman, pada 2011, dengan munculnya internet hingga semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Sedangkan industri 5.0 diusulkan oleh Jepang dengan sebutan konsep masyarakat masa depan.

‘’Posisi sekarang ini bukanlah yang kuat menang terhadap yang lemah. Tetapi yang cepat meninggalkan yang lambat,’’ ungkap Bambang. (kominfo/win/hw)