Kompilasi Berita HOAKS politik Kementerian Kominfo per 26 Maret 2019

0
52

Subdit Pengendalian Konten Internet Kementerian Kominfo telah merilis Laporan Isu HOAKS yang diupdate secara berkala sesuai laporan yang masuk dan data yang terverifikasi.

Berikut beberapa isu HOAKS politik per tanggal 26 Maret 2019 :

  1. “Prabowo mengeluarkan kalimat yang merendahkan kaum miskin di Indonesia”

Penjelasan : Akun dengan nama Ade Armando telah memposting sebuah foto hasil cuplikan dari video pembicaraan Prabowo dengan mengubah kalimatnya menjadi “Orang Indonesia itu Miskin, mereka akan memilih saya jika saya berikan beberapa karung beras” dan kalimat sebenarnya adalah “elit Indonesia berfikir bisa membeli segala”

Perlu diketahui video tersebut diunggah oleh GerindraTV pada tanggal 28 November 2018, pada forum internasional yang diadakan oleh “The Economist” Prabowo Subianto memaparkan visi dan misinya jika beliau dan Pak Sandiaga S. Uno terpilih pada Pemilu Presiden 2019 mendatang. Beliau akan membentuk pemerintahan terdiri dari putra-putri Indonesia yang cerdas, terbaik, berintegritas dan bebas korupsi. Dengan harapan dapat terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan yang mendasar bagi seluruh rakyat Indonesia. (Grand Hyatt Singapura, 27 November 2018)”.

Link Counter:

https://www.youtube.com/watch?v=1_30Oj6jNlI

https://events.economist.com/events-conferences/asia/the-world-in-singapore-2019/?fbclid=IwAR2M2cVch0kuiL6T-K6oD7HRvRwKMIuv4WRxgDPbh4gXoKiwDjlUMUOpOSw#speakers

2. Kominfo akan tutup Media sosial pada masa tenang Pemilu 2019

Penjelasan : Mendekati masa-masa puncak pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang beredar kabar bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika bakal menutup atau memblokir media sosial selama 3 hari yaitu pada masa hari tenang jelang pilpres tanggal 14 hingga 16 april mendatang. Menanggapi hal tersebut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan memberi bantahan, ia menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks. Samuel juga menambahkan pelarangan hanya dikenakan pada iklan kampanye di medsos dan akun timses, relawan dan paslon yang berkampanye selama masa tenang. Adapun, masyarakat tetap bisa berkomunikasi di medsos, bahkan bila membicarakan preferensi politik sekalipun. Ia juga meralat isu soal penutupan medsos di masa tenang kampanye.

Menurutnya, hal itu tak mungkin dilakukan karena menghargai kebebasan masyarakat. Ia menekankan, bahwa pemerintah menjunjung tinggi kebebasan berpendapat sebagaimana diatur dalam pasal 28 UUD 1945. Pemerintah, kata dia, tak bisa serta merta melarang suatu tema pembicaraan di medsos.

Link Counter:

https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/poxb39409/kemenkominfo-bantah-akan-blokir-medsos-pada-masa-tenang?fbclid=IwAR0dyUjWJbUOAH6gnMnMhE4w2ByVBKcDjXMgleDxSG7IhBeB1y3YDFjGIik https://www.wartaekonomi.co.id/read220986/hoax-kemenkominfo-akan-tutup-medsos-3-hari.html

3. Dry Cleaning Dikaitkan dengan Kanker Darah Bu Ani SBY

Penjelasan :Beredar pesan broadcast di sosial media tetang waspada terhadap pakaian atau barang-barang yang dicuci dengan metode dry cleaning dan pesan tersebut menyebutkan Bu Ani sebagai contoh. dalam pesan tersebut dijelaskan jangan memakai pakaian yang dibuka dari plastik dry clean. jika ingin dipakai maka plastik tersebut harus sudah dibuka lebih dulu dan didiamkan selama semalam agar sisa-sisa dari zat kimia dari dry clean menguap. karena bahan cairan yang dipakai untuk dry clean adalah bahan kimia keras yang dapat menyebabkan kanker darah. Aadapun faktanya, dry cleaning adalah teknik mencuci kering menggunakan bahan kimia yang disebut tetrakloroetilen atau perkloroetilen. Tetrakloroetilen diklasifikasikan oleh banyak organisasi kesehatan, terutama International Agency for Research on Cancer (IARC) dan Environment Protection Agency (EPA) sebagai senyawa racun. Dilansir dari detikhealth.com orang yang secara terus menerus berpapasan dengan bahan kimia tersebut menimbulkan resiko kanker. Namun lebih jauh dijelaskan oleh EPA resiko kesehatan dari paparan bahan kimia tersebut bukan dari memakai pakaian atau barang yang dicuci melalu metode dryclean, akan tetapi lebih karena paparan langsung melalui udara dalam jumlah besar diwaktu yang singkat. sehingga para pekerja drycleaning dan orang yang tinggal dekat dengan toko tersebut yang memiliki resiko lebih tinggi. terutama jika terpapar dalam jangka waktu yang lama.

Link Counter:

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4483912/viral-dry-cleaning-dikaitkan-dengan-kanker-darah-bu-ani-sby-benarkah https://intisari.grid.id/read/031636014/ani-yudhoyono-idap-kanker-darah-teknik-dry-cleaning-ternyata-bisa-jadi-pemicu-kanker-darah-pakaian-dan-sepatu-sarananya?page=all

4. Timor Leste Mau Kembali Bergabung Dengan Indonesia

Penjelasan :Sebuah berita online mengabarkan mengenai Timor Leste yang akan bergabung lagi dengan Indonesia.

Berita tersebut berisi tentang kunjungan Presiden Jokowi ke Timor Leste. Dalam berita itu Perdana Menteri Xanana Gusmao mengatakan jika sebaiknya negara Timor Leste harus bergabung kembali dengan Indonesia karena bisa mensejahterakan negara tersebut. Setelah ditelusuri portal berita online yang mengangkat kabar tersebut bukanlah media yang kredibel dan tidak terdaftar di Dewan Pers. Foto yang terdapat pada berita tersebut merupakan foto yang diambil dari media online Antara untuk berita berjudul Kunjungan PM Timor Leste https://www.antaranews.com/foto/88526/kunjungan-pm-timor-leste. Mengenai Isu tersebut pihak Pemerintah Timor Leste. Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor Leste kala itu, Constancio Pinto sudah mengklarifikasi, ia menyatakan bahwa tidak ada pernyataan Timor Leste ingin bergabung kembali dengan Indonesia. Adapun yang sebenarnya terjadi adalah Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Timor Leste, Taur Matan Ruak dan Perdana Menteri Timor Leste Maria De Araujo. Sehingga saat kunjungan itu, bukan Xanana Gusmao yang menjadi perdana menteri. Sebab jabatan Xanana sebagai PM telah berakhir pada 2015.

Link Counter:

https://www.suara.com/news/2014/10/09/174005/ini-kata-jokowi-soal-kabar-timor-leste-mau-kembali-ke-nkri

https://cekfakta.tempo.co/fakta/74/fakta-atau-hoaxbenarkah-timor-leste-akan-bergabung-lagi-ke-indonesia https://nasional.sindonews.com/read/910056/12/timor-leste-bantah-ingin-kembali-ke-ri-1412874263

(Kominfo/sat)