Kompilasi Berita HOAX Kementerian Komindo part II

0
340

Berikut ini adalah lanjutan dari beberapa isu HOAX yang sudah terverifikasi oleh Subdit Pengendalian Konten Internet Kementerian Kominfo :

  1. Ternyata begini cara Presiden mengajarkan politik

Penjelasan :Telah beredar postingan di media sosial Facebook yang menyajikan sebuah video yang berisi berita mengenai kegiatan Presiden Jokowi saat kunjungan kerja di Jawa Timur. Setelah pekerjaan selesai, beliau menyempatkan menemui warga desa di daerah Ngawi dan membagikan amplop berisi uang senilai Rp.100.000 . Dalam postingan tersebut disertai juga oleh narasi yang berbunyi “Ternyata begini cara Presiden mengajarkan politik kepada rakyatnya. Nilailah sendiri oleh kalian !!!”.

Setelah ditelusuri, video tersebut adalah berita lama yang diangkat kembali dalam postingan tersebut. Video tersebut terjadi pada tanggal 08 Maret 2015 yang diliput oleh Liputan 6, jauh sebelum adanya pencalonan diri Jokowi pada Pemilihan Presiden tahun 2019. Narasi dalam postingan tersebut menyesatkan karena kegiatan bagi amplop dalam video itu bukan bermaksud untuk mengajarkan money politic, melainkan kegiatan yang dilakukan Presiden Jokowi jauh sebelum adanya pencalonan beliau di tahun ini. Berdasarkan temuan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa informasi dalam postingan tersebut adalah Tidak Benar.

Link Counter :

https://www.liputan6.com/news/read/2187272/kunjungi-ngawi-presiden-jokowi-bagi-bagi-amplop?fbclid=IwAR00BkAiWPp55J70I74ylBBXyRoxwBaF_BS5maakn8mecnSE2J5kd4KgkYg http://www.tribunnews.com/regional/2015/03/08/presiden-jokowi-bagi-bagi-uang-rp-100-ribu-di-ngawi-picu-kehebohan?fbclid=IwAR1lWyU4lJTUJ8TrFUcotpYJMBqBYdOXdYEUR63pP0RdTq0zCGKZ-edwwE4

2. Megawati Marah Jika Puan Maharani Dikaitkan Dengan Kasus E-KTP

Penjelasan :Telah beredar sebuah informasi yang dikemas seolah-olah merupakan sebuah berita yang diangkat oleh salah satu media mainstream. Melalui sebuah foto ditampilkan  Ketua Umum PDIP, Megawati, seolah-olah didampingi Presiden Joko Widodo dan puterinya, Puan Maharani, sedang menggelar konferensi pers (konpers) untuk menjelaskan posisi Puan Maharani, dalam kasus korupsi e-KTP. Narasi dibuat seolah-olah Megawati memarahi KPK karena putrinya itu dikait-kaitkan dengan kasus E-KTP.

“Lindungi terus… Mumpung bodygardnya lagi berkuasa… Tribunnews.com

Jokowi, Megawati marah jika puan maharani dikaitkan dengan kasus E-KTP – Jakarta-Jumpa press Megawati yang didampingi presiden.

Dengan nada marah megawati menyatakan bahwa putrinya (puan maharani) tidak ada kaitan dengan kasus E-KTP…” Faktanya berita tersebut tidak benar. Setelah ditelusuri, tidak ditemukan satupun media massa yang mengangkat konferensi pers terkait klarifikasi Megawati ataupun keterlibatan Puan Maharani dalam kasus E-KTP seperti yang dituding. Fakta lain adalah foto yang digunakan oleh penyebar berita bohong ini diambil dari gambar sebuah artikel dengan judul “Jumpa Pers Serba Putih Ala Mega-Jokowi” saat PDIP menggelar konferensi pers di rumah Megawati Soekarnoputri, Jl Kebagusan IV, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu 9 April 2014 pukul 11.40 WIB.

Link Counter :

https://www.jawapos.com/hoax-atau-bukan/07/04/2018/foto-dan-konpers-palsu-megawati-soal-kasus-e-ktp https://news.detik.com/berita/d-2549960/jumpa-pers-serba-putih-ala-mega-jokowi?fbclid=IwAR0_EeXSZIBIBQdalySEOxu3pJCc4HArtTiBgEIH-H8TNpoj50Pj9DhFqNY

3. Milennial Road safety Festival Polisi Naga Alat Politik Jokowi

Penjelasan : Telah beredar selebaran berupa foto dalam pesan berantai Whatsapp dalam foto tersebut menggambarkan kegiatan Polisi Milennial Road Safety Festival adalah alat politik jokowi. “Festival Milennial yang di gelar Polda,Polres dan Polsek se-indonesia di berbagai kota untuk kampanye Jokowi dengan berbagai hadiah motor hingga mobil dengan dana besar-besaran dari 9 naga Merah. tanggal 31 Maret 2019, atas perintah Kapolri Via Kapolda Metro Jaya bahwa 280 Kapolsek se-jadebotabek wajib mengerahkan 3000 s/d 5000 warga per-Polsek untuk kampanye Jokowi atas nama Festival Mileneal dengan rute Kemayoran – Monas. AYO SERUKAN RAKYAT JANGAN HADIR JANGAN LIHAT CUEKIN SAJA JANGAN MAU DIPERALAT POLISI”. Faktanya adalah Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Senin (18/3/2019). Menurut Dedi, acara MRSF digelar karena banyaknya korban meninggal di jalan raya, di mana dalam satu jam ada empat nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) jadi tidak berkaitan dengan kegiatan Politik.

Link Counter :

https://tirto.id/ada-dukungan-paslon-dalam-road-safety-polri-itu-spontanitas-massa-djNC https://www.beritasatu.com/politik/543677/mrsf-disusupi-kampanye-polri-tegaskan-netral-dalam-pemilu

4. TKD Jokowi Minta Bantuan Konsumsi ke PT Semen Gresik

Penjelasan :Telah beredar foto surat yang mengatasnamakan TKD Gresik Jawa Timur yang suratnya berisi permintaan sumbangan konsumsi kepada PT Semen Gresik untuk kegiatan istighosah dan deklarasi dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-K.H Ma’ruf Amin.

Machfud Arifin selaku Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim membantah kebenaran surat permintaan sumbangan untuk konsumsi ke PT Semen Gresik untuk kegiatan istighosah dan deklarasi dukungan. Surat yang sedang viral tersebut merupakan hoaks yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan nama baik paslon nya. Menurutnya itu melanggar aturan, pasti ada sekelompok orang yang bermain dibelakangnya. Kami tidak tahu siapa dibelakangnya ujarnya usia acara lelang di Hotel Shangri-La Surabaya. “Itu surat tidak ada, acaranya juga tidak ada. Sama sekali enggak ada acara tanggal 18 Maret yang digelar TKD Gresik. Yang dimaksud di surat tersebut acaranya NU, bukan acaranya TKD Gresik. Berarti itu mengarang, ini ada yang pelintir-pelintir. Kami sudah kontak TKD Gresik dan mereka sudah membikin surat pernyataan bahwa surat itu fitnah, hoaks,” terang Machfud Arifin.

Link Counter :

https://kumparan.com/@kumparannews/tkd-jatim-bantah-surat-permintaan-sumbangan-konsumsi-ke-semen-gresik-1553011390234517192

https://jatim.idntimes.com/news/indonesia/ardiansyah-fajar/beredar-surat-minta-sumbangan-ke-bumn-ini-kata-timses-jokowi-di-jatim/full https://jatimnow.com/baca-13685-tim-jokowi-difitnah-minta-minta-bantuan-tkd-jatim-itu-kurang-sadis

5. “Partai Gerindra bagi-bagi pulsa gratis”

Penjelasan :Telah beredar pesan berantai di Whatsapp yang berisikan “’Partai Gerindra membagi-bagi PULSA karena lagi syukuran hari KEBERANIAN untuk mencalonkan diri sebagai CAPRES RI 2019. Bekerja sama dengan semua operator, lanjutkan SMS ini ke 15 nomor, maka pulsa akan terisi Rp 100.000. Ini betul. Saya sudah kirim 15 nomor. Saya cek pulsa, langsung M-KIOS masuk 100.000. Betul ini. Sebarkan ke 15 orang”.

Jawa Pos juga sudah mengonfirmasikan pesan tersebut kepada sejumlah kader dan pengurus Partai Gerindra. Salah satunya, Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan menjelaskan bahwa pesan berantai tersebut adalah hoaks. “Banyak yang tanya kepada saya ternyata tidak ada itu, ujar politikus Partai Gerindra tersebut.

Pesan yang sama ditemukan di beranda sejumlah akun Facebook. Bahkan, ada yang percaya meski sejumlah orang berkomentar pesan itu hoaks. Pesan sejenis pernah menyebar pada 2014. Rupanya pesan seperti itu sengaja disebar ketika memasuki pemilu legislatif. Pembuat hoaks bagi bagi pulsa tersebut tampaknya terinspirasi “mama misterius” yang sering minta pulsa via SMS. Namun, Jawa Pos juga menemukan versi lain bagi-bagi pulsa yang mengatasnamakan Gerindra di Facebook. Kali ini bukan hoax. Pesan itu berbentuk video dan dibuat akun Facebook DPD Gerindra Gorontalo. Dalam video disebutkan bagi-bagi pulsa Rp 20 ribu bagi 50 orang yang mengikuti kuis #UltahGerindraGorontalo.

Link Counter :

https://www.jpnn.com/news/berani-maju-pilres-2019-gerindra-bagi-bagi-pulsa-bohong-ah

https://bontangpost.id/2017/08/30/19693/hoax-partai-gerindra-bagi-pulsa/ https://www.jawapos.com/hoax-atau-bukan/29/08/2017/hoax-partai-gerindra-bagi-pulsa

6. Jembatan di Palembang Dipenuhi Pendukung Jokowi, Saking Penuhnya Seperti Tumpukan Pasir

Penjelasan :Media sosial facebook dihebohkan dengan postingan berupa gambar dengan caption “Masya Allah… Seperti tumpukan pasir…. Palembang jokowi lagi”.

Setelah ditelusuri foto jembatan yang diposting tersebut berasal dari jepretan seorang fotografer yang bernama Bayan Patroller Ailyn Shi di Festival “Feast of the Black Nazarene” di Filipina pada tahun 2018. Dikutip dari akun Twitter resmi Bayan Patroller Ailyn Shi @ailynshi yang mencuit jepretan fotonya di tanggal 8 Januari 2018.

“Nakihagis na rin ako ng panyo jk #Nazareno2018 @ABSCBNNews @gmanews,” tulis Ailyn Shi. Foto dari Ailyn Shi tersebut dipakai oleh beberapa media, seperti di media cetak Sun Star Cagayan De Oro dan media humor 9gag.

Link Counter :

https://9gag.com/gag/argv4WK/the-black-nazarene-feast-day-in-the-philippines-the-people-are-lined-up-to-touch-the-black-nazarenejesus-christ-wood-statue-cuz-it-has-a-legend-to-cure-all-kind-of-illness?fbclid=IwAR0iURWl9jzhEZfM6pwIYGOQeup0YkmZgOTn3Q1n6cAjLD__KqwiZFOBAiU https://www.pressreader.com/philippines/sunstar-cagayan-de-oro/20180111/textview?fbclid=IwAR3RK5f8xfDdq731X6pEprXIJTf8uDivsZZfKPq_Z-pTyr5p7H4PCkKLOjA

7. Beginilah kelakuan pendukung 02 yang mencabut spanduk Capres nomor 01

Penjelasan : Diposting pada akun halaman media sosial facebook video pencabutan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa spanduk Capres dan Cawapres nomor urut 01 dengan narasi “Beginilah kelakuan pendukung 02….!!! VIRALKAN BIAR CEPAT DICYDUK !!!”. Pada Video tersebut ada 2 orang yang melakukan pencabutan APK yang disebutkan pada postingan ini sebagai pendukung pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02. Faktanya salah seorang yang melakukan pencabutatan Alat Peraga Kampanye (APK) adalah merupakan salah satu Anggota Badan Pengawas Pemilu BAWASLU Kota Banjarbaru yang sedang menjalankan tugas dan bukan sebagai pendukung pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02.

Link Counter :

https://kumparan.com/banjarhits/bawaslu-copot-spanduk-jokowi-maruf-di-pagar-bandara-syamsudin-noor-1552294529563581766

https://kumparan.com/banjarhits/tkd-jokowi-pasrah-apk-nya-dicopoti-bawaslu-banjarbaru-1552296074213308147 https://www.pantau.com/berita/bawaslu-banjarbaru-benarkan-anggotanya-yang-turunkan-apk-jokowi-maruf

(Kominfo/sat)