Politeknik Negeri Madiun Rekrut Dosen Praktisi dari Dinas Kominfo Ponorogo

KAPASITAS tenaga ahli dari Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Statistik Kabupaten Ponorogo mendapat pengakuan dari lembaga perguruan tinggi. Terbukti, Politeknik Negeri Madiun meminta dinas yang dipimpin Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo itu untuk menyediakan dosen praktisi dalam program pendidikan vokasi.

“Kami melibatkan praktisi dari Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo yang memiliki kompetensi sesuai dengan mata kuliah agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif,” kata Koordinator Program Studi Pemasaran Digital Politeknik Negeri Madiun Ina Sarifah selepas penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan Sapto, Selasa (7/7/2026).

FOTO : ERWIN SUGANDA/KOMINFO PONOROGO SEPAHAM : Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo menandatangani MoU dengan Politeknik Negeri Madiun, Selasa (7/7/2026).

Menurut dia, keterlibatan dosen praktisi menjadi salah satu indikator penting dalam akreditasi program pendidikan vokasi. Pihaknya berencana memperluas ruang lingkup kerja sama dengan Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo melalui program magang mahasiswa serta kuliah terbuka. “Karena program studi teknologi informasi di politeknik juga memiliki keterkaitan erat dengan bidang kerja di dinas kominfo,” jelasnya.

Ina memgungkapkan, perguruan tinggi dituntut menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan sekitar melalui kemitraan dengan industri, dunia usaha, maupun instansi pemerintah. Apalagi, program pendidikan vokasi berorientasi pada praktik.”Tahap penyusunan kurikulum juga harus melibatkan mitra agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkapnya.

Masih kata Ina, pendidikan vokasi adalah sistem pendidikan tinggi yang berfokus pada penguasaan keahlian terapan. Program ini menerapkan kurikulum berbasis praktik sekitar 60 hingga 70 persen, sesangkan sisanya teori. “Dengan melibatkan praktisi dalam perkuliahan, mahasiswa akan memperoleh gambaran nyata di lapangan sehingga lebih siap ketika memasuki dunia kerja,” terangnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo menjelaskan bahwa kerja sama itu menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus transfer pengetahuan antara akademisi dan praktisi. “Kehadiran praktisi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membagikan pengalaman nyata kepada mahasiswa,” jelasnya.

Sapto menilai, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut peningkatan kualitas SDM sejak di bangku kuliah. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi sangat penting dalam menyiapkan lulusan yang kompeten serta siap memenuhi kebutuhan dunia kerja.

Pihaknya membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan perguruan tinggi melalui program magang mahasiswa, kuliah kerja nyata (KKN), maupun berbagai kegiatan kolaboratif lainnya. “Mahasiswa politeknik memang dipersiapkan untuk siap bekerja. Karena itu, pengalaman langsung dari praktisi menjadi bekal yang sangat penting agar mereka tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami praktik di lapangan sebelum terjun ke dunia kerja,” pungkasnya. (kominfo/win)