Sapto Berharap KIM di Ponorogo Jadi Pendekar Digital Lokal

PERAN lebih tetap disematkan kepada komunitas informasi masyarakat (KIM) di tengah pesatnya perkembangan media digital. Bahkan, Kepala  Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Statistik Ponorogo Sapto Djatmiko berharap KIM berposisi sebagai pendekar digital lokal yang  mampu menjadi penghubung informasi sekaligus penggerak literasi digital di tengah masyarakat.

“Netizen cenderung menumpahkan kekesalan terhadap pemerintahan melalui media sosial. Itu boleh saja, namun harus disikapi dengan hati-hati. Nah, dalam kondisi ini KIM memiliki posisi penting sebagai pendekar digital lokal,” kata Sapto dalam rapat koordinasi (rakor) KIM yang berlangsung di aula Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo, Senin (25/5/2026).

Menurut dia, KIM mampu menjadi penghubung informasi sekaligus penggerak literasi digital di tengah masyarakat. Pemahaman terhadap digitalisasi menjadi hal penting agar tercipta timbal balik yang baik antara pemerintah dan masyarakat. “Konsep digital sekarang ini tidak hanya terpusat dalam kegiatan pemerintahan, tetapi sudah merambah seluruh lapisan masyarakat,” terangnya.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO 

Sapto menambahkan, keberadaan KIM juga membantu pemerintah desa dalam menyampaikan berbagai kebijakan dan program pembangunan kepada masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, kesalahpahaman maupun miskomunikasi antara pemerintah dan warga dapat diminimalkan.

Sementara itu, Sugeng Tri Wiyono, pembina KIM Kabupaten Ponorogo,  menegaskan sejumlah peran strategis KIM di tengah perkembangan arus informasi digital. Selain menyebarluaskan informasi yang benar dan bermanfaat, KIM  diharapkan mampu menangkal hoaks dan disinformasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. “Juga sebagai penyalur aspirasi masyarakat, penggerak promosi potensi lokal, hingga sarana edukasi masyarakat mengenai teknologi dan media digital,” tegas Sugeng yang akrab disapa Panji itu.

Dia menambahkan, KIM perlu membangun komunikasi aktif, sehat, dan responsif terhadap berbagai isu di lingkungan masyarakat. Pun, rakor juga menjadi momen perpisahan bagi Panji yang sudah 21 tahun membina KIM di Ponorogo karena purna tugas. Selama masa pengabdiannya, Panji telah membentuk 230 KIM didesa dan kelurahan yang tersebar di sejumlah kecamatan.  

“Saya berharap KIM Ponorogo bisa terus berkembang, eksis, dan memperkuat ekosistem informasi masyarakat sekaligus mendukung keterbukaan informasi publik di tingkat desa,” pungkas Panji. (tim kominfo)