DINAS Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Statistik Ponorogo kian serius dalam memberdayakan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM). Bahkan, lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola masyarakat secara mandiri itu hendak didesain sebagai clearing house informasi.
“Seperti rumah yang tugasnya menjernihkan berita, menangkal hoaks, dan menyajikan fakta utuh di tengah banjir informasi di media sosial,” kata Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo saat membuka Rapat Koordinasi dan Pendampingan Teknis Penulisan Jurnalistik bagi KIM se-Kabupaten Ponorogo yang terselenggara secara hybrid, Rabu (22/7/2026).

Menurut dia, tantangan di era digital sekarang ini adalah maraknya konten yang mengedepankan sensasi dan kontroversi demi meraih perhatian publik. Sebanyak 220 KIM di Ponorogo bakal menjadi penyeimbang dengan menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan tidak menimbulkan fitnah maupun hoaks. “KIM harus menjadi bagian dari upaya mencerdaskan masyarakat melalui informasi yang benar. Kritik terhadap kebijakan boleh disampaikan, tetapi harus tetap berbasis fakta dan data, bukan opini yang menyesatkan,” jelasnya.
Sapto menegaskan bahwa KIM memiliki peran besar sebagai garda terdepan penyebarluasan informasi dari tingkat desa dan kelurahan. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, KIM menghadirkan narasi yang benar, menarik, dan tetap berlandaskan fakta serta data.
Pada kesempatan itu, peserta mendapatkan materi dari praktisi jurnalistik, Hadi Winarso, bertajuk “Rahasiaku Menulis Berita Merdu”. Dalam paparannya, Hadi memperkenalkan konsep “10 Rukun Iman Berita” yang menjadi pedomannya dalam menentukan nilai berita.
Kesepuluh prinsip itu meliputi semua yang menyangkut tokoh berita, semua peristiwa besar, semua peristiwa yang terjadi di dekat kita, semua peristiwa yang baru pertama kali terjadi, semua peristiwa yang menyentuh perasaan, tujuan berita, peristiwa yang unik, peristiwa yang eksklusif, tren, serta kisah keberhasilan tokoh.

Selain membagikan teknik menemukan nilai berita, Hadi juga mengajak anggota KIM untuk terus mengasah kemampuan melalui praktik. Menurutnya, keterampilan menulis hanya akan berkembang apabila terus dilatih. “KIM harus sering menulis supaya terbiasa,” pesannya kepada para peserta.
Melalui pendampingan ini, peserta diharapkan semakin memahami kaidah jurnalistik sekaligus mampu menghasilkan konten informasi yang akurat, menarik, dan bermanfaat. Dengan demikian, KIM dapat menjalankan perannya sebagai penyeimbang informasi di ruang digital sekaligus menghadirkan informasi yang mencerdaskan masyarakat. (kominfo/han)
