Murid Baru SMP Favorit Antusias Ikuti Literasi Digital, Kominfo Ponorogo Terus Bersafari ke Sekolah

“KOMINFO Go to School” juga menyasar sekolah favorit. Giliran peserta didik baru di SMPN 1 Ponorogo yang mendapat bekal literasi digital bersamaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) itu, Rabu (15/7/2026).

Bukan sebuah kebetulan, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) di Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Statistik Ponorogo Satria Putra Negara yang naik podium selaku narasumber adalah alumnus SMPN 1 Ponorogo lulusan 2003. Tak urung, Satria bernostalgia dengan almamaternya. “Mari memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri,” ajak Satria kepada adik-adik kelasnya.

Dia menjelaskan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan gawai atau mengakses media sosial. Pun, kalangan pelajar perlu memahami empat pilar literasi digital yang terdiri dari keterampilan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital. “Dengan begitu, kita memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus bertanggung jawab dalam setiap aktivitas di ruang digital,” jelas Satria.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Selama sosialisasi berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti materi, aktif menjawab pertanyaan, serta berdiskusi tentang berbagai persoalan yang kerap dijumpai di ruang digital. Satria juga mengajak peserta literasi membangun kebiasaan digital yang sehat, mulai dari membuat kata sandi yang kuat, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta memanfaatkan penyimpanan digital seperti Google Drive. “Biasakan memverifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Jaga data pribadi dengan membuat password yang kuat,” pesan Satria.

Sementara itu, Kuat, kepala SMP Negeri 1 Ponorogo, mengapresiasi program Kominfo Goes to School. Sebab, materi literasi digital relevan dengan keseharian para pelajar yang tidak lagi dapat terpisahkan dengan media sosial. “Anak-anak mendapat bekal pengetahuan bagaimana menggunakan media sosial yang baik dan benar,” ujar Kuat.

Terbukti, ratusan murid baru SMPN 1 Ponorogo antusias mengikuti Kominfo Goes to School yang menandakan materinya sesuai dengan kebutuhan mereka. Respon aktif peserta selama sesi sosialisasi menunjukkan bahwa edukasi literasi digital menjadi kebutuhan. “Melihat antusiasme para siswa tadi, benar-benar di luar ekspektasi kami,” ucap Kuat.

Terpisah, Azalea, siswi kelas VII SMPN 1 Ponorogo, mengaku mendapat pengetahuan baru tentang tata cara bermedia sosial. Terlebih tentang pentingnya menjaga keamanan akun media sosial melalui penggunaan kata sandi yang kuat. “Saya jadi mengetahui bahwa membuat password untuk akun pribadi harus memiliki tingkat kesulitan agar tidak mudah ditebak,” tutur pelajar asal Desa Karangpatihan Kecamatan Balong itu.

Nyaris sama ceritanya dengan Kenzi, teman satu sekolah Azalea. Kenzi kini memahami bahwa pemanfaatan teknologi digital tidak hanya sebagai sarana hiburan. Namun, juga dapat mendukung aktivitas belajar melalui penyimpanan data secara digital. “Tadi diajarin caranya menyimpan data di penyimpanan digital seperti Google Drive, jadi kami bisa memanfaatkan internet tidak untuk bermain game saja,” pungkasnya. (kominfo/mey/nky)