Safari Literasi Digital, Dinas Kominfo Ponorogo Datangkan Google Student Ambassador

RANGKAIAN Kominfo Goes to School bersamaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Ponorogo semakin seru. Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Statistik Ponorogo mendatangkan Adzan Nabil Putra Widyarta, Google Student Ambassador (GSA) 2026, sebagai pemateri tamu.

Adzan sepanggung dengan Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Satria Putra Negara ketika menyampaikan materi literasi digital di SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Ponorogo, Selasa (14/7/2026). Di depan para murid baru, Adzan memberikan edukasi tentang pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bertanggung jawab.

“Kita dapat menggunakan AI untuk membantu memahami materi, mencari inspirasi, dan meningkatkan kreativitas,” kata mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo itu.
Adzan mengajak kalangan pelajar memandang teknologi sebagai peluang untuk terus belajar dan mengembangkan diri. “Manfaatkan internet untuk belajar, memperoleh sertifikat, membangun portofolio, bahkan membuka peluang karir sejak masih sekolah,” pesannya.

FOTO: TIM KOMINFO PONOROGO

Sementara itu, Satria Putra Negara menekankan bahwa media sosial dapat menjadi sarana yang bermanfaat jika bijak menggunakannya. Seseorang yang mampu mengelola konten digital dengan cerdas justru dapat menciptakan personal branding yang kuat dan membuka peluang karir. “Jadilah pengguna media sosial yang cerdas, bukan sekadar ikut-ikutan membagikan informasi tanpa memastikan kebenarannya,” terangnya.

Satria menyarankan kalangan pelajar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Media sosial seyogianya bukan melulu tempat berbagi foto dan update status. Terlalu asyik scroll mengakibatkan banyak waktu terbuang habis tanpa hasil. “Di era digital seperti sekarang ini media sosial menjadi alat komunikasi dan promosi,” ungkapnya.

Dia berharap melalui edukasi yang berkelanjutan bakal lahir generasi muda yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi. Namun, juga memiliki etika, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Dari lokasi terpisah, Dyah Ayu Harfi Rusanti, penelaah Teknis Kebijakan di Dinas Kominfo dan Statistik, mengajak murid baru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Ponorogo lebih dewasa dalam menggunakan telepon genggam dan internet. Kemudahan teknologi seharusnya menjadi sarana menambah pengetahuan dan mendukung prestasi, bukan malah menimbulkan persoalan. “Jadilah kapten bagi handphone milik masing-masing. Yaitu berani membatasi waktu untuk berinteraksi di media sosial maupun permainan daring agar tidak mengganggu ibadah, belajar, maupun berkumpul dengan keluarga,” ajak Dyah.

Dyah juga memberikan pemahaman tentang bahaya konten negatif, khususnya pornografi dan judi online. Sebab, dua hal negatif itu dapat merusak perkembangan mental remaja, menurunkan konsentrasi belajar, memicu kecanduan, hingga berdampak pada perilaku menyimpang dan tindak kriminal. (kominfo/dev/win)