WAJIB hukumnya bagi seluruh staf Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Statistik Ponorogo meningkatkan kompetensi. Mereka dapat memanfaatkan pelatihan dalam jaringan (daring) ketika belum memungkinkan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di tengah pemberlakuan efisiensi anggaran. ”Ada banyak pelatihan di luar sana yang dapat kita ikuti tanpa biaya. Dengan keterbatasan yang terjadi sekarang ini, kita harus tetap produktif,” kata Sekretaris Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo Alim Nor Faizin saat menjadi pembina apel pagi di kantornya, Senin (18/5/2026).

Alim mengaitkan peran utama Dinas Kominfo dan Statistik dengan semangat peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada 20 Mei. Perkembangan zaman menempatkan kedaulatan negara bukan lagi melulu kedaulatan teritorial, melainkan juga kedaulatan informasi dan transformasi digital. “Dalam kondisi seperti ini, Dinas Kominfo berada di garda depan dalam menjaga kedaulatan negara,” terangnya.
Dia kembali mengingatkan perlunya para Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan upgrade pengetahuan melalui pelatihan demi meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan pelayanan publik. Apalagi, mereka juga terikat dengan pembaruan dokumen di Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) untuk membina karir. “SIASN menjadi basis data utama dan layanan manajemen kepegawaian, termasuk kenaikan pangkat, mutasi, dan peremajaan data sampai pensiun,” ungkapnya.

Alim juga meminta para ASN menyikapi bijak tentang beredarnya kabar rencana mutasi besar-besaran di lingkungan Pemkab Ponorogo. Sebab, mutasi adalah proses wajar dalam penyegaran organisasi. Karena itu, peningkatan kapasitas keahlian menjadi salah satu modal bagi ASN dalam melaksanakan tugas di tempat manapun. “Jauhkan prasangka like and dislike, mutasi bertujuan untuk penyegaran dan kebutuhan organisasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.” pungkasnya. (kominfo/win)
